Sabtu, 14 April 2012

Persahabatan dan Cinta

Nama gue Asmara, memang banyak yang ga percaya kalau itu beneran nama gue. Banyak yang bilang kalau itu cuma nama bohongan. Gue anak ke-2 dari 3 bersaudara. Gue selalu punya cerita buruk tentang persahabatan dan cinta. Dari gue SMP bahkan sampe lulus SMA pun selalu mengalami hal yang sama, yaitu gue dan sahabat gue menyukai orang yang sama.
Yang pertama. Gue seorang muslim dan daerah gue merupakan daerah yang taat agama. Jadi untuk anak-anak seusia gue di wajibin ikut pengajian setiap sore sampai malam. Nah, ada temen ngaji gue yang usianya 5 tahun di atas gue, dia biasa di panggil Ujang. Saat itu gue masih belum begitu ngerti apa yang dinamakan cinta. Tiba-tiba Ujang nembak gue? Yaa gue terima aja namanya juga gue masih bloon tentang cinta. Dan tanpa gue sadari teman sepengajian gue itu juga suka sama dia. Temen gue itu namanya Mia. Mia dan teman-teman se-geng nya selalu mengucilkan gue. Dengan rasa kesal gue minta ke mama dan bapak untuk pindah pengajian ke rumah dengan memanggil guru ngaji ke rumah.

Yang kedua. Gue punya tetangga namanya Nova. Gue berteman baik sama nova tapi tidak menjadi sahabat. Kita berdua punya tetangga yang namanya Dudi. Nova dan Dudi berpacaran. Pada saat Nova putus dengan Dudi, Nova dengan seenaknya nyalahin gue. Dia sangka gue yang menggoda Dudi. Sorry sorry gue bukan cewe penggoda cowo orang ya. Pas Nova bilang dia putus sama Dudi gara-gara Dudi Suka sama gue dan Nova nyangka gue yang ngegoda Dudi. Ya walaupun gue tau gue ga bisa bohongin perasaan gue sendiri klo gue juga memang suka sama Dudi. Tapi gue ga akan mungkin bisa jadian sama Dudi. Semenjak kejadian ini gue ga akrab lagi sama Nova. Kita memutuskan untuk mengakhiri pertemanan kita. Dan sampai sekarang Nova pun masih belum mau baikan sama gue.

Yang Ketiga. Waktu gue kelas 2 SMP gue punya teman yang namanya Reni. Gue sering banget main sama Reni, gue sering pulang bareng sama Reni, gue sering belajar bareng sama Reni, hingga akhirnya gue dan Reni memutuskan untuk bersahabat. Pada suatu hari Reni suka ke salah satu teman sekolah kami yang bernama Luki. Reni meminta gue untuk ngejodohin dia sama Luki, awalnya gue menolak, tapi Reni maksa gue. Yaa gue sih sebagai sahabat yang baik nurut apa kata sahabat gue aja. Gue deketin Luki dengan niat menjodohkan Reni dengannya. Tapi gue ga ngeliat respon apapun dari Luki. Gue ceritain semua ke Reni apa yang gue obrolin sama Luki. Dan Reni akhirnya memutuskan untuk mengungkap perasaannya kepada Luki tanpa harus ada orang yang membantunya. Pada saat Reni ngomong ke Luki klo dia suka sama Luki, dengan dinginnya Luki bilang kalau dia suka sama gue. Di situ gue liat muka Reni yang marah saat dia ngeliat muka gue, dia sangka gue bukannya ngejodohin dia tapi malah ngomong kalau gue emang pengen jadian sama Luki. Gue mencoba ngejelasin semuanya ke reni kalau gue ga punya niat sedikitpun untuk nyakitin dia. Reni mengerti apa yang gue jelasin ke dia. Kita berbaikan lagi. Tapi Reni punya niat buruk tehadap Luki. Reni menjadiakan gue tumbal untuk membalas sakit hatinya dia kepada Luki. Reni menyuruh gue untuk menerima Luki dan langsung memutuskan Luki. Sebelum ada kata putus sama Luki gue udah musuhan duluan sama Luki, karena Luki tau kalau gue ga sungguh-sungguh jadian sama dia. Akhirnya gue sama Reni masih bersahabat.