Nama gue Asmara, memang banyak yang ga percaya kalau itu
beneran nama gue. Banyak yang bilang kalau itu cuma nama bohongan. Gue
anak ke-2 dari 3 bersaudara. Gue selalu punya cerita buruk tentang
persahabatan dan cinta. Dari gue SMP bahkan sampe lulus SMA pun selalu
mengalami hal yang sama, yaitu gue dan sahabat gue menyukai orang yang
sama.
Yang pertama. Gue seorang muslim dan
daerah gue merupakan daerah yang taat agama. Jadi untuk anak-anak seusia
gue di wajibin ikut pengajian setiap sore sampai malam. Nah, ada temen
ngaji gue yang usianya 5 tahun di atas gue, dia biasa di panggil Ujang.
Saat itu gue masih belum begitu ngerti apa yang dinamakan cinta.
Tiba-tiba Ujang nembak gue? Yaa gue terima aja namanya juga gue masih
bloon tentang cinta. Dan tanpa gue sadari teman sepengajian gue itu juga
suka sama dia. Temen gue itu namanya Mia. Mia dan teman-teman se-geng
nya selalu mengucilkan gue. Dengan rasa kesal gue minta ke mama dan
bapak untuk pindah pengajian ke rumah dengan memanggil guru ngaji ke
rumah.
Yang kedua. Gue punya tetangga namanya
Nova. Gue berteman baik sama nova tapi tidak menjadi sahabat. Kita
berdua punya tetangga yang namanya Dudi. Nova dan Dudi berpacaran. Pada
saat Nova putus dengan Dudi, Nova dengan seenaknya nyalahin gue. Dia
sangka gue yang menggoda Dudi. Sorry sorry gue bukan cewe penggoda cowo
orang ya. Pas Nova bilang dia putus sama Dudi gara-gara Dudi Suka sama
gue dan Nova nyangka gue yang ngegoda Dudi. Ya walaupun gue tau gue ga
bisa bohongin perasaan gue sendiri klo gue juga memang suka sama Dudi.
Tapi gue ga akan mungkin bisa jadian sama Dudi. Semenjak kejadian ini
gue ga akrab lagi sama Nova. Kita memutuskan untuk mengakhiri pertemanan
kita. Dan sampai sekarang Nova pun masih belum mau baikan sama gue.
Yang
Ketiga. Waktu gue kelas 2 SMP gue punya teman yang namanya Reni. Gue
sering banget main sama Reni, gue sering pulang bareng sama Reni, gue
sering belajar bareng sama Reni, hingga akhirnya gue dan Reni memutuskan
untuk bersahabat. Pada suatu hari Reni suka ke salah satu teman sekolah
kami yang bernama Luki. Reni meminta gue untuk ngejodohin dia sama
Luki, awalnya gue menolak, tapi Reni maksa gue. Yaa gue sih sebagai
sahabat yang baik nurut apa kata sahabat gue aja. Gue deketin Luki
dengan niat menjodohkan Reni dengannya. Tapi gue ga ngeliat respon
apapun dari Luki. Gue ceritain semua ke Reni apa yang gue obrolin sama
Luki. Dan Reni akhirnya memutuskan untuk mengungkap perasaannya kepada
Luki tanpa harus ada orang yang membantunya. Pada saat Reni ngomong ke
Luki klo dia suka sama Luki, dengan dinginnya Luki bilang kalau dia suka
sama gue. Di situ gue liat muka Reni yang marah saat dia ngeliat muka
gue, dia sangka gue bukannya ngejodohin dia tapi malah ngomong kalau gue
emang pengen jadian sama Luki. Gue mencoba ngejelasin semuanya ke reni
kalau gue ga punya niat sedikitpun untuk nyakitin dia. Reni mengerti
apa yang gue jelasin ke dia. Kita berbaikan lagi. Tapi Reni punya niat
buruk tehadap Luki. Reni menjadiakan gue tumbal untuk membalas sakit
hatinya dia kepada Luki. Reni menyuruh gue untuk menerima Luki dan
langsung memutuskan Luki. Sebelum ada kata putus sama Luki gue udah
musuhan duluan sama Luki, karena Luki tau kalau gue ga sungguh-sungguh
jadian sama dia. Akhirnya gue sama Reni masih bersahabat.