30 menit berlalu, gerimis sudah mulai berhenti. Riri dan Fajar harus
segera melaksanakan tugas. Mereka pamitan kepada Giri dan beberapa teman yang
lainnya untuk segera memantau jalur hyking.’
“Semuanya, aku sama Fajar bertugas dulu ya. Terimakasih tumpangan
berteduhnya.”
“Bye Ri, take care. Sampai bertemu di pos api unggun” sahut
Giri
“Assalamu’alaikum” pamit Fajar.
“Wa’alaikumussalam” sahut semuanya.
Setiap divisi lapangan dan tata tertib yang memantau jalur hyking dibekali
sebuah handy talky. Di hutan seperti ini akan sangat sulit
berkomunikasi via ponsel karena sangat jauh dari menara pemancar ponsel. Handy
Talky menjadi alat komunikasi mereka selama acara berlangsung
sebab handy talky bekerja menggunakan gelombang radio. Namun
tidak seperti radio pada umumnya yang hanya dapat mendengarkan suara, handy
takly merupakan radio dua arah dimana kita dapat mendengarkan dan
berbicara. Pada saat berbicara gelombang radio yang dipancarkan keluar pada
channel yang telah ditentukan biasanya pada VHF (Very High Frequency) berkisar
100-300Mhz dan HF (High Frequency) berkisar 2-24Mhz. Kelemahan pada handy
talky adalah hanya satu orang yang dapat berbicara dan yang lainnya
mendengerkan. Perangkat seperti ini disebut dengan half-duplex yang
berarti channel tunggal digunakan untuk komunikasi satu arah,
berbeda dengan ponsel yang merupakan full-duplex dimana kita
dapat berbicara dan mendengarkan secara bersamaan. Dalam komunikasi
menggunakan handy talky biasanya menggunakan kode sandi, kalau
di dunia kepolisian penggunaan kode sandi ini bertujuan agar tidak diketahui
oleh orang awam.
Sregg…sreeggg..sreeggg *bunyi HT*
“Tatib 23, disini korlap 12, masuk”
“Korlap 12, disini tatib 23, ganti” Riri menjawab panggilan HT
“Untuk jalur 23 sudah aman? Ganti”
“Aman, ganti”
“Sip, on the way, ganti”
“Siap, ganti”
---
Malam semakin larut, kegiatan hyking malam pun masih
berlanjut. Dua insan yang melakukan pemantauan jalur hyking dari
pos 2 ke pos 3 berjalan gontai dan lesu ke arah sebuah saung milik salah
seorang petani di jalur hyking tesebut.
“Jar kita istirahat dulu yaa” ucap Riri yang terduduk saung sambil
memijat-mijat betis dan pahanya yang terasa pegal.
“Oke Ri, lagian kita belum istirahat juga kan dari tadi” Fajar merebahkan
badannya tepat disamping Riri.
“Jar, aku mau makan wafer, kamu mau?” kata Riri sambil menyodorkan kotak
wafer.
“Iya nanti Ri, aku capek mau rebahan dulu sebentar”
“oh oke”
Hening… hening … hening..
Riri PoV
Aku rasa aku harus menceritakannya sama Fajar, mungkin dia punya insight dari
sisi pandangan seorang laki-laki. Jujur, aku bukan orang yang bisa
mengungkapkan isi hati baik melalui lisan ataupun tulisan, semua masalah yang
aku hadapi aku simpan rapi-rapi, terkadang kalau sudah sangat kesal dan ga kuat
cuma bisa bikin status di sosial media yang privat, itupun hanya berupa
emoticon yang mewakili apa yang aku rasakan. Sambil mengumpulkan nyali untuk
bercerita ke Fajar aku menghabiskan wafer yang aku bawa. Laper juga setelah
memantau kondisi jalur hyking setelah beberapa jam. Hehehe.
Beberapa saat kemudian….
“Jar, aku mau nyerita tapi kamu jangan dulu motong ucapan aku ya sebelum
aku minta kamu untuk berkomentar”
“Kenapa
ya Jar, laki-laki tuh kadang suka ga peka. Laki-laki tuh memang ga pernah
nyadar atau sengaja untuk ga sadar saat ada perempuan yang mempunyai perasaan
lebih dari seorang teman. Sebenarnya siapa yang bodoh. Laki-lakinya atau
perempuannya. Jadi Jar, sahabatku itu suka sama temen kampusnya, tapi
laki-lakinya itu ga pernah sadar. Yang namanya perempuan mah ga mungkin
ngungkapin duluan kan ya, cuma bisa nunggu. Menurut kamu gimana Jar? Yang salah
temanku yang mendam perasaannya atau memang sifat alamiyah laki-laki yang ga
peka sama sekitar”
Hening…
“Jar” ….
Hening…
Aku melihat ke samping, terdengar suara dengkuran halus pertanda
seseorang sudah masuk ke alam mimpi. Ya ampun Fajar, aku kira dari tadi dia
mendengarkan, ternyata dia pergi tamasya ke pulau kapuk. Tapi kalau
dilihat-lihat Fajar lucu juga kalau lagi tidur, bola matanya terbuka seperti
orang yang tidak tidur tetapi terdengar dengkuran.
“Jar, bangun Jar. Iiihhhh malah molor” kataku sambil menggoyangkan badan
Fajar.
“Hoaaaammm, ada apa Ri? Sorry niat rebahan doang malah ketiduran, abis
capek banget”
“Aku tadi nyerita kamu dengerin ga?”
“Cuma denger prolognya aja Ri, yang mau nyerita tapi jangan motong
sebelum beres, kelanjutannya ga denger. Hehehe”
“Astaghfirullah Fajar, aku ngomong sampe seret tenggorokan kamu malah
enak-enakan molor”
“Hehe maaf Ri, emang tadi mau cerita tentang apa? Sini cerita sama Aa, Aa
siap dengerin neng”
“Hueeekkk Aa. Gelii iiihh Hahaha”
“Kamu mau cerita apa sok, aku siap mendengarkan”
“Udah ah, nanti lagi aja. Sekarang pantau jalur lagi aja yuk”
“Ya elah Ri, aku udh siap dengerin kamunya ga jadi nyerita”
“Iya nanti bakalan cerita deh, janji. Sekarang kembali menjalankan tugas
dulu. Cuusss”
“Oke tuan puteri. Eh iya Ri, biar ga bosen sambil dengerin lagu yaa”
“Boleh juga tuh Jar, lagu-lagunya Adele yang album 21 doong, kan kamu
lengkap”
“Oke siap Ri, bentar yaa dicari dulu”
Aku dan Fajar adalah salahdua dari jutaan orang yang menyukai lagu-lagu
Adele. Penyanyi berkebangsaan Inggris itu pernah memenangkan penghargaan
bergengsi Grammy Award pada tahun 2009 dan tahun 2012. Tidak
hanya penghargaan bergengsi Grammy Award saja yang didapatkan
oleh Adele, kesuksesan album 21 yang dirilis tahun 2011 itu mampu menorehkan
sejumlah rekor dunia dan tercatat di Guinness Book of World Records.
“Lagu Someone Like You Jar” request aku ke Fajar.