Minggu, 29 Maret 2020

Tiga: Berita Hoax

“Gak lagi deh aku pake sepatu converse kalau lagi acara beginian, licin paraaahh” ngeluhku kepada Fajar


“Banyak gaya sih amu, udah tau makrab di hutan, malah pake sepatu gituan”


“Eh track buat games nanti kayak gini gak? Kamu kan ikut survey minggu lalu?”


“Lebih parah, ada genangan lumpurnya malah”


“Ya Tuhan, sepatu aku putih loh, males banget. Aku tunggu basecamp aja klo gitu deh.”


“Woi, kamu tatib tugasnya mobile bukan diem kayak ratu. Lagian itu sih derita kamu pake sepatu buat ke mall”


“Iya iya aku salah pake sepatu ginian ke hutan, puas kamu!”


“Impas, kali ini aku yang menang. Hahaha.” Fajar ketawa puas melihat Riri kesusahan tracking menuruni bukit ke basecamp makrab.


“Tau ah! Bukannya bantuin malah ngetawain” sifat childish Riri mulai keluar.


“Sini pegang tangan aku”


“Males ah. Aku bisa sendiri kok”


“Yakin bisa sendiri?”


“Yakin!” seru Riri sambil menuruni bukit yang licin.

 

Tidak lama kemudian, “Aduuuhh” Riri terpeleset. Untung ada Fajar yang berjalan tepat di depan Riri. Jadi saat jatuh Riri masih bisa memegang tas Fajar.


“Tuh kan, sok banget sih tadi. Kepleset kan sekarang? Hahaha. Makanya sini pegangan sama aku” Fajar mencoba menolong Riri.

 

Ternyata Ansa dan yang lainnya memperhatikan Riri dan Fajar dari belakang.


“Eheeemm, ada cinta bersemi di Cibodas” ejek Ansa.


Naon sih kang[5] lirih Riri ke Ansa


Nungguan naon deui sih Jar, geura tembak meh jiga Riani jeung Zhafran 5cm, jadian di gunung[6] seru Ansa kepada Dwi.


Mbung ah kang, ripuh bobogohan jeung si Riri mah[7]  Fajar merespon pernyataan Ansa.


Ripuh tapi bogoh[8] Tigor menyaut dengan logat bataknya.


Gandeng lah[9] ucap Riri kesal.


Kalau Riri sudah menggunakan bahasa sunda itu tandanya Riri memang benar-benar kesal.

Perjalanan jadi sedikit lebih lama dari perkiraan waktu, karena track yang mereka lalui memang sangat licin jadi harus sangat hati-hati agar tidak terpeleset dan jatuh ke jurang. Saat tiba di basecamp makrab, acara sudah dimulai. Iqoy selaku ketua pelaksana sedang memberikan kata sambutan. Riri, Fajar dan Tigor segera bergabung dengan panitia lainnya, Ansa dan tingkat 4 lainnya menempati tempat yang telah disediakan untuk tamu undangan. Acara makrab ini adalah acara tahunan himpunan untuk menyambut anggota baru sekaligus pembagian jaket himpunan untuk anak-anak tingkat 1.


Setelah Iqoy memberikan sambutan, dilanjutkan dengan Zaky selaku ketua himpunan memberikan sambutan sekaligus membuka acara makrab ini. Semua panitia dan peserta sangat hikmad mengikuti acara pembukaan makrab ini. Suasana berubah seketika, saat tengah-tengah acara Ansa menyebarkan berita hoax bahwa Riri dan Fajar berpacaran. Gosip antara Riri dan Fajar menyebar dengan cepat saat acara masih berlangsung. Hey, jangan salah baby. Walaupun jurusan ini mayoritas dihuni oleh makhluk Tuhan yang disebut laki-laki, tapi kelakuan mereka melebihi ibu-ibu komplek yang suka bergosip di tukang sayur keliling. Bagaimana tidak, berita yang masih belum jelas kebenarannya sangat mudah menyebar dan semua orang memercayai itu. Bisa kalian bayangkan, jurusan yang seharusnya sangar dan elegan itu langsung seperti kumpulan ibu-ibu komplek yang sedang bergosip dengan tukang sayur. Hahaha. Tenang, semua ini hanya terjadi di kampusku tidak di kampus lain.

 

Acara pembukaan makrab berjalan dengan lancar, meski dibumbui oleh ibu-ibu komplek yang bergosip. Oops, maksudku teman-teman Riri yang bergosip. Hahaha. Berlanjut ke acara makan malam dan Shalat Isya, Sela teman seangkatan Riri menghampirinya.


“Kamu dari mana aja Ri baru sampe pas acara udah mulai?” tanya Sela.


“Aku udah sampe dari tadi jam 5, cuma diem di atas dulu nunggu kang Ansa sama yang lain” jelas Riri ke Sela.


“Kamu jadi berangkat sama Fajar?”


“Jadi Sel, lama banget aku nunggu. Jam 4 baru sampe kampus coba, nyebelin kan si Fajar. Ya udah aku bikin malu dia di lampu merah Simpang Dago”


“Emang kamu ngapain Ri?”


“Aku nyanyi lagu I heart you kenceng banget. Kamu tau kan kalau suara aku sumbang. Hahaha” ketawa Riri puas.


“Hahaha, dasar kamu. Eh tapi kalian berdua tuh kayak orang pacaran tau, kemana-mana berdua mulu, udah gitu berantem abis itu baikan. Gitu aja terus sampe lebaran monyet”


I don’t care what do peoples think about us. Aku sama Fajar ga ada hubungan apa-apa. Beribu kali aku jelasin ke orang-orang pun pada ga percaya.” Jawab Riri ketus.


“Awas aja kalau kamu bohong soal hubungan kamu sama Fajar ke aku.”


“Udah ah, aku mau kumpul sama anak-anak tatib dulu. Bye!” pamit Riri ke Sela.


“Okey, Bye

 

Sesampainya Riri di basecamp divisi tata tertib, Riri, Fajar dan anak-anak tata tertib lainnya melakukan rapat internal divisi. Seperti yang Riri katakan sebelumnya, kalau divisi tata tertib bertanggung jawab untuk menertibkan peserta dan panitia sekaligus menjaga ketertiban acara. Rapat internal kali ini membahas pembagian tugas masing-masing anggota, ada membacakan tata tertib hyking kepada peserta dan panita, ada yang memantau jalur hyking untuk memastikan semuanya aman dan ada yang menjaga barang-barang peserta dan panitia di basecamp. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, Riri dan Fajar ditugaskan bersama, mereka bertugas memantau jalur hyking dari pos 2 ke pos 3. Saat rapat internal selesai, semua membubarkan diri tersisa Riri dan Fajar.


“jar, maafin aku ya atas gosip yang beredar. Aku takut kamu malah jadi ga nyaman karena gosip kita pacaran” lirih Riri.


“Kamu kayak ga tau kelakuan mereka aja Ri”


“Tapi kamu ga bakalan berubah kan Jar ke aku hanya karena gosip ini” Riri mulai berbicara serius.


“Ri, sampai kapanpun sikap aku ke kamu ga akan berubah. Pegang janji aku”


“Janji?” menyodorkan jari kelingkingnya ke Fajar.


“Janji!” Fajar menyilangkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Riri.


“Sahabat selamanya” Riri dan Fajar kompak menyebutkan itu sambil ketawa.



[5] Apa sih kang.
[6] Nunggu apa lagi sih
Jar. Cepetan tembak, biar kayak Riani sama Zhafran 5cm, jadian di gunung

[7] Ga mau ah kang, repot pacaran sama Riri
[8] Repot tapi suka kan
[9] Berisik kalian!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar